Peta Pikiran Penyakit Yang Berhubungan dengan Organ Pernapasan (Halaman 58)

Kamu telah mengetahui salah satu penyakit yang berhubungan dengan organ pernapasan. Carilah informasi mengenai penyakit lain yang berhubungan dengan organ pernapasan, misalnya influenza, bronkitis, tonsilitis, dan pneumonia. Carilah informasi mengenai penyebab, gejala, dan pengobatannya. Lakukan secara berkelompok. Tiap kelompok beranggotakan 5-6 anak. Tuliskan informasi yang kamu peroleh dalam bentuk bagan atau peta pikiran

Influenza

Penyebab Influenza (Flu)

Seseorang dapat tertular flu jika tidak sengaja menghirup percikan air liur di udara, yang dikeluarkan penderita ketika bersin atau batuk. Selain itu, menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkena percikan air liur penderita, juga bisa menjadi sarana penularan virus flu.

Gejala Influenza (Flu)

Gejala flu antara lain demam, pilek, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Meskipun sama dengan gejala batuk pilek biasa, gejala flu terasa lebih parah dan sering kali menyerang tiba-tiba.
Segeralah berobat ke dokter jika gejala di atas tidak kunjung membaik setelah dua minggu, atau membaik namun kemudian memburuk. Tindakan darurat perlu dilakukan bila gejala flu disertai sesak napas atau penurunan kesadaran.


Bronkitis

Penyebab
Bronkitis atau penyakit paru-paru basah adalah peradangan pada selaput lendir yang berada pada saluran udara ke paru-paru (bronkhus/bronkial). Ketika selaput mengalami radang lalu terjadi pembengkakan maka selaput tersebut akan menjadi lebih besar dan menutup saluran udara ke paru-paru.  

Gejala  Bronkitis
Gejala bronkitis dapat bermacam-macam dan berikut ini adalah gejala umum yang sering dirasakan, antara lain:
  1. Badan terasa tidak sehat, nyeri otot, sakit tenggorokan, hidung buntu dan demam.
  2. Berawal dari batuk kering kemudian mengalami batuk disertai dahak setelah beberapa hari.
  3. Sesak nafas, bersin-bersin dan putum berwarna putih abu-abu-coklat serta berdarah.
  4. Sering mengalami keringat dingin.

Pengobatan Bronkitis
Bronkitis adalah penyakit yang dapat disembuhkan. Akan tetapi pencegahan serangannya terlebih dahulu lebih baik dari pada mengobati. Maka adapun upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menangkal penyakit bronkitis antara lain adalah :
  1. Lakukan olahrga dan jalan cepat ringan. Latihan tarik nafas panjang dan latihan pernafasan
  2. Untuk melegakan nafas mandi uap yang mengandung rempah atau dapat dada dan punggung dengan obat gosok.
  3. Apabila terasa sesak segeralah minum campuran air, madu dan jeruk nipis.
  4. Sayuran yang dapat digunakan untuk mencegah bronkitis adalah brokoli, labu putih panjang, terong, daun kelor, bayam, pepaya muda, ubi, sayuran hijau, seledri dan wortel.
  5. Buah yang dapat digunakan untuk mencegah antara lain jeruk, pepaya, nanas, tomat, apel, pir, dan mangga.
  6. Bumbu yang dapat mencegah bronkitis antara lain asam, belimbing wuluh, bawang putih, serai, jahe, kunir, kencur, pala dan cengkih.
  7. Konsumsilah makanan yang kaya omega 3 dan omega 6 antara lain ikan, telur, dan daging.
  8. Hindari makanan dingin, makanan olahanm dan makanan manis terutama cokelat, gandum, keju, pisang, kacang, salad, zat warna, dan pengawet makanan. Hindari pula rokok dan minuman keras.
  9. Hindari merokok atau berenti total dari merokok. Ini akan sangat membantu pengobatan penyakit bronkitis.
  10. Jangan berada d tempat yang banyak asap rokok, debu, lembab, kurang cahaya matahari dan hindari terkena hujan.
  11. Selalulah jaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun antiseptic.

Tonsilitis (Radang Amandel)

Tonsilitis, atau yang sering disebut dengan radang amandel, adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi pada amandel. Peradangan umumnya disebabkan oleh infeksi. Tonsilitis adalah penyakit yang menular. Biasanya, penularan terjadi melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi. Infeksi dapat diakibatkan oleh virus maupun bakteri, meskipun kebanyakan kasus peradangan berkaitan dengan virus.

Penyebab Tonsilitis
Amandel merupakan benteng pertama dari pertahanan tubuh Anda. Organ ini memproduksi sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi. Amandel akan melawan bakteri dan virus yang masuk melalui mulut atau hidung Anda. Namun, organ ini juga rentan mengalami infeksi dari patogen-patogen tersebut.

Tonsilitis dapat disebabkan oleh virus, seperti yang terdapat di pilek, atau melalui infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan.

1. Infeksi virus
Infeksi virus merupakan salah satu penyebab paling umum. Virus yang menyebabkan flu atau pilek cukup sering ditemukan pada kasus radang amandel. Namun, tak menutup kemungkinan jenis virus lain dapat menyebabkan penyakit ini.
Beberapa jenis virus yang paling umum menjadi penyebab radang amandel adalah:
Rhinovirus,  Virus Epstein-Barr, Hepatitis A, HIV

2. Infeksi bakteri
Selain virus, bakteri juga dapat memicu terjadinya tonsilitis. Sekitar 15-30 persen kasus radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri.
Bakteri yang paling sering menjadi penyebab utama radang amandel adalah streptococcus, seperti yang ditemukan pada radang tenggorokan. Namun, bakteri jenis lain juga dapat menjadi pemicu.

3. Biofilm
Radang amandel kronis dan berulang mungkin disebabkan oleh biofilm yang terdapat di lipatan amandel. Biofilm merupakan sekumpulan mikroorganisme (biasanya bakteria) yang melekat dan membentuk selimut di atas sebuah permukaan tubuh. Pembentukan biofilm dapat juga terjadi karena adanya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik biasanya terjadi akibat konsumsi antibiotik yang tidak tepat, misalnya minum tidak sesuai dengan dosis yang diberikan.

4. Genetik
Selain itu, ada kemungkinan radang amandel berulang memiliki kaitan dengan kelainan genetik penderitanya. Beberapa anak dengan radang amandel berulang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh mereka memburuk. Kondisi ini mengakibatkan tubuh tidak dapat melawan infeksi bakteri streptococcus grup A dengan baik.

Gejala Tonsilitis

  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Suara yang serak
  • Batuk
  • Demam yang disertai dengan menggigil
  • Napas bau (halitosis)
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Sakit perut
  • Nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel yang tampak berwarna merah dan bengkak
  • Amandel yang memiliki bercak putih atau kuning
  • Kesulitan membuka mulut
  • Kelelahan
Pengobatan Tonsilitis
Kasus tonsilitis yang ringan tidak memerlukan pertolongan medis. Namun, jika kasus yang terjadi parah, Anda perlu melakukan perawatan berikut:

1. Antibiotik

Apabila radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk membantu tubuh melawan infeksi.
Antibiotik membantu meredakan gejala-gejala peradangan secara lebih cepat. Namun, konsumsi obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.
Selain itu, ada kemungkinan terjadi efek samping setelah minum antibiotik, seperti sakit perut. Maka itu, pengobatan ini biasanya hanya diberikan pada kasus radang yang cukup parah dan berpotensi menimbulkan komplikasi. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik jenis penicillin.

2. Operasi. Operasi pengangkatan amandel disebut dengan tonsilektomi. 

3. Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tonsilitis?
Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi radang amandel:
  • Minum banyak cairan, terutama air putih
  • Istirahat yang cukup
  • Kumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari
  • Mengonsumsi pelega tenggorokan
  • Gunakan humidifier untuk melembabkan udara di ruangan
  • Hindari asap


Powered by Blogger.